Page 1 / 1
arieare
desain-d-besar
arie
refleksi 15 tahun mendesain produk digital di indonesia, dunia arab, dan wilayah asia-pasifik. (tapi ini bukan buku tutorial)
index
desain-d-besar
- 01 apa itu desain
- 02 building the right thing
- 03 getting buy-ins
- 04 building it right
- 05 desain setelah ini
tugas sulit pertama, definisi desain
- desain produk-digital, sudah pasti bukan art, tapi bukan sains juga. mungkin both.
- apakah desain manipulatif?
- desain tidak punya jawabannya
- desain dengan D besar, dan desain dengan d kecil.
- desain sebagai lensa dan sekumpulan tools untuk membedah masalah
- kenapa desain identik dengan visual
membangun sensitivitas atas masalah
marahlah
mengetes konsep
prototype, purwarupa
- cepat dan agak berantakan.
- buat jadi tangible
- fokus: efektivitas
0 ke 1
- menemukan “fun” atau ketertarikan
- kenapa perlu dites?
- kita bukan user kita, tapi kita juga users.
- menggunakan asumsi
- meminimalisir risiko
- metode dan kapan keluar dari sana
- kapan mengetes dan kapan berhenti testing
- mendelegasikan keputusan desain kepada user. sometimes designer want to avoid bias, but bias is unavoidable. misalnya pas kita synthesizing data, cara kita grouping, cara kita kasih label, akan terpengaruh bias-bias ini.
- solve wide build tight ref: [solve-wide-build-tight]
- strategi harusnya lebih simple dari itu ref: [strategy-should-be-simple]
masalah optimasi dan iterasi
- mmenggenerate hipotesis
- “ship and measure”, cerita kapal theseus ref [small-incremental-redesign-or-major-overhaul]
- peran design-pattern dan best practices
kemampuan bercerita tidak seperti yang kita bayangkan
- sepakat atas masalah
- sepakat atas tujuan
- sepakat atas solusi
- menjual desain. loh, ini masih harus dijual juga? ref: [selling-your-design-more-confidently]
situasi unik in-house design team
- trust dan risiko
- in-house design teams sit in an interesting position. they are structurally liminal, between innovation and stability.
- menyeimbangkan permintaan “quick-wins” dengan long-term grand plan desain.
- mengestimasi kerjaan desain
- should designers code? ref: [should-designers-code]
- good designers to better designers
- skill ceiling?
- empati terhadap user, apati terhadap coworker ref: [why-designers-cant-seem-to-empathize-with-their-coworkers]
- struktur tim desain ref: [from-design-oops-to-designops]
dinamika “power”, politik dalam organisasi
- harus ada yang membiayai inisiatif ini
- membangun kredibilitas
- siapa itu stakeholders? ref: [strategi-desain-manage-stakeholders-implementation] ref: [would-you-mind-doing-a-quick-sketch-for-me]
- mendekonstruksi identitas sebagai desainer. hidup lebih banyak, mendesain lebih tajam.
- kolaborasi efektif dengan “trust” sebagai default
- scale up inisiatif desain
mendesain untuk production
- atensi terhadap detail vs skalabilitas
- fokus: efisiensi
desain antarmuka
- memahami medium dan constraint
- memahami sistem
- antarmuka bukan hanya grafis
- konsep antarmuka advans (diagetik, non-diagetik, spasial, meta)
- dimensi ke 4 dari untuk menyusun informasi ref: [the-4th-dimension-of-information-in-user-interface]
- konsep spasi yang merekatkan desain ref: [whispering-whitespace]
membangun “taste” design
- kurasi dan kumpulkan inspirasi deliberate Kumpulin design (visual, layout, inetraksi) yang menurut kamu bagus. Bisa bikin satu board di pinterest misalnya. Setiap kumpulin satu screenshot inspirasi, kasih personal note apa yang kamu suka dari situ (misal: “suka penggunaan warna di sini”) Step ini memaksa kita bukan cuma ngumpulin screenshot secara mindless, tapi menganalisis sedikit apa yang bikin design tsb standout untuk kamu.
- bangun koneksi Kumpulin semua screenshot yang notesnya tentang “color palette” dalam satu grup, yang tentang “typography” dalam satu grup. Dst. Lalu identifikasi di grup itu apa yang mirip satu sama lain. Misal “ooh ini semua kesamaannya tipografinya besar, mudah dibaca”. Step ini bantu kita ngeliat “what makes a design good” dari level yang lebih zoom in dan zoom out, lakuin ini rutin dan intens maka taste bisa didevelop dalam waktu kurang dari setahun
- reproduce Di sini “tutorial design” baru relevan. Cari cara se-resourceful mungkin untuk copy elemen-elemen visual dari koneksi di step sebelumnya. Fokusnya di “how to make this” dengan rasa penasaran yang lebih spesifik dan teknis. Latih beberapa kali sampai di luar kepala
- dapatkan feedback Bisa share your work di sosial media, tapi jangan cuma fishing compliments, fokus ke aspek self improvementsnya. Makin sering dapet feedback yang spesifik dari expert, makin cepet lagi growingnya ref: [yang-harus-diketahui-sebelum-memberikan-design-feedback]
styleguide dan design system
- ref: [styleguide]
- ref: [what-is-design-system]
desain dalam 3-5 tahun ke depan
- cycle antara generalist-specialist-generalist-specialist, dst
arieare
refleksi 15 tahun mendesain produk digital di indonesia, dunia arab, dan wilayah asia-pasifik. (tapi ini bukan buku tutorial)